WartaOSIS – Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Jayapura tahun 2026 merupakan pengalaman membanggakan bagi Muhammad Razainuddin, siswa SMK Hikmah Yapis Jayapura.
Razainuddin mengungkapkan bahwa perjalanan menuju mimpinya tidaklah mudah. Ia harus melewati berbagai tahapan seleksi ketat serta latihan fisik dan mental selama kurang lebih tiga bulan.
Advertisement
“Awalnya kita mulai dari seleksi administrasi. Setelah itu diberikan beberapa materi dasar, lalu masuk ke tahap seleksi fisik dan keterampilan,” ujar Razainuddin.
Usai dinyatakan lolos, para calon Paskibraka menjalani latihan intensif di Lapangan Wali Kota Jayapura. Latihan ini dirancang untuk meningkatkan kedisiplinan dan kesiapan fisik sebelum memasuki masa pra-pemusatan hingga pemusatan latihan (karantina).
Tingkat kesulitan latihan pun terus meningkat, terutama dalam menyamakan persepsi, memantapkan gerakan, dan menyempurnakan langkah tegak maju. Saat pemusatan latihan, seluruh anggota menginap di hotel untuk fokus mempersiapkan diri menjelang pengibaran bendera pada 17 Agustus 2026.
Tiba hari H Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Razainuddin yang bertugas di pasukan pengibar mengaku diselimuti perasaan haru dan bangga.
“Saat mengibarkan bendera, rasanya haru bercampur bangga pada diri sendiri karena berhasil menyelesaikan tugas yang penuh tanggung jawab ini,” ungkapnya.
Keberhasilan ini juga menjadi kebanggaan tersendiri baginya karena bisa membawa nama baik keluarga serta sekolah tercinta, SMK Hikmah Yapis Jayapura. Bagi Razainuddin, pencapaian tersebut bukan hanya kebanggaan pribadi, melainkan dorongan bagi rekan-rekannya untuk berani bermimpi dan mencoba seleksi Paskibraka.
Ia pun berpesan kepada siswa yang belum berhasil lolos agar tidak berkecil hati dan tetap bangga atas keberanian mereka untuk melangkah.

Purnatugas sebagai Paskibraka 2026, tanggung jawab Razainuddin kini berlanjut. Ia dipercaya ikut membimbing dan melatih adik-adik kelasnya yang dipersiapkan untuk seleksi Paskibraka tahun depan.
Menurutnya, proses pembinaan awal sangat krusial untuk menjaring calon-calon anggota yang memiliki komitmen dan semangat tinggi.
“Antusiasme adik-adik luar biasa. Mereka sangat bersemangat mengikuti instruksi dan materi latihan yang diberikan,” tuturnya.
Razainuddin berharap pembinaan yang konsisten ini dapat melahirkan generasi Paskibraka berikutnya yang berintegritas, siap bertugas dengan baik, dan terus membanggakan sekolah serta keluarga. (Alin)