KEEROM – Suasana kelas di SMP Negeri 6 di Arso 14, Kampung Walma, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, terasa lebih riuh dari biasanya pada Rabu (29/7/2026). Tidak ada ketegangan saat menatap papan tulis. Sebaliknya, tawa renyah dan raut wajah penuh konsentrasi sekaligus antusiasme mewarnai ruangan tersebut.
Hari itu, para siswa kedatangan tamu istimewa: kakak-kakak Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) Kelompok 1.
Advertisement
Kehadiran mereka membawa satu misi penting untuk anak-anak di tapal batas timur Indonesia ini, yaitu menanamkan benih pemahaman literasi digital.

Di era di mana dunia bisa digenggam lewat layar gawai, akses internet tak lagi jadi barang mewah, melainkan kebutuhan. Namun, kemudahan ini ibarat pisau bermata dua.
Tanpa pemahaman yang cukup, generasi muda rentan terseret arus informasi palsu (hoaks) hingga masalah keamanan data. Kesadaran inilah yang menggerakkan para mahasiswa USTJ untuk turun tangan.
Belajar yang Tak Membosankan
Berbeda dengan metode ceramah konvensional yang sering kali membuat kantuk, pelatihan ini disulap menjadi ajang diskusi yang hangat dan interaktif. Thomas Wagatu, yang bertindak sebagai pemateri hari itu, tahu betul bagaimana merebut perhatian adik-adik SMP tersebut.
Thomas tidak sekadar mengajari cara menyalakan ponsel atau menggunakan mesin pencari. Ia membawa mereka menyelami apa artinya menjadi pengguna internet yang cerdas.
Mulai dari cara mengenali berita hoaks yang kerap bertebaran di media sosial, menjaga etika saat meninggalkan komentar, melindungi data pribadi, hingga menyulap gawai menjadi media pembelajaran yang produktif.
“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Karena itu, kalian harus mempersiapkan diri sejak sekarang agar kelak menjadi pemimpin yang cerdas, bijaksana, dan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk hal-hal yang bermanfaat,” pesan Thomas dengan nada penuh semangat di hadapan puluhan siswa yang mendengarkan dengan saksama.
Rebutan Menjawab Kuis Berhadiah
Puncak keseruan terjadi ketika sesi materi berganti menjadi permainan edukatif dan kuis. Suasana kelas mendadak meriah. Tangan-tangan kecil berebut mengacung ke udara, berlomba-lomba menjawab pertanyaan seputar materi yang baru saja diajarkan.

Bagi mereka yang berhasil menjawab dengan tepat, panitia telah menyiapkan hadiah sederhana namun bermakna berupa buku tulis dan pulpen. Bukan soal seberapa mahal hadiahnya, namun kebanggaan bisa menjawab dengan benar itulah yang memantik senyum lebar di wajah para siswa.
Membangun Fondasi Masa Depan
Kegiatan ini tidak hanya membekas di hati para siswa, tetapi juga disambut positif oleh pihak sekolah. Langkah mahasiswa KKN-T USTJ ini dinilai sangat relevan dalam membekali peserta didik menghadapi tantangan zaman.
Pendidikan hari ini tidak lagi cukup hanya sebatas membaca buku cetak, tetapi juga harus bisa “membaca” dunia melalui pemahaman digital yang baik.
Thomas menutup sesinya dengan sebuah ajakan yang diharapkan terus terngiang di benak para pelajar Kampung Walma.
“Belajarlah dengan bijak. Gunakan internet bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk mencari ilmu pengetahuan, menambah wawasan, dan mendukung prestasi belajar.”
Melalui dedikasi Mahasiswa KKN-T USTJ Kelompok 1, sebuah harapan baru tengah disemai di Keerom.
Harapan agar anak-anak SMP Negeri 6 Arso 14 tidak hanya menjadi penikmat teknologi, melainkan tumbuh menjadi warga digital (digital citizen) yang cerdas, beretika, kritis, dan siap menaklukkan dunia lewat genggaman tangan mereka. (Paulus)