Guru SMP Negeri 3 Arso Ikuti Pelatihan Strategi Pembelajaran Kreatif, Inovatif, dan Menyenangkan dari RTIK Papua

KEEROM – Perubahan perilaku belajar peserta didik di era digital menuntut guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan metode pembelajaran. Menjawab tantangan tersebut, Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Papua menyelenggarakan Pelatihan Strategi Pembelajaran Kreatif, Inovatif, dan Menyenangkan bagi para guru di SMP Negeri 3 Arso, Kabupaten Keerom.

Pelatihan ini menghadirkan Syarifudin Muin, S.Pd, Ketua Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) RTIK di Tanah Papua, sebagai narasumber utama. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang proses pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, serta sesuai dengan karakteristik peserta didik di era transformasi digital.

Advertisement

Menurut Syarifudin Muin, karakter siswa saat ini telah mengalami perubahan signifikan dibandingkan beberapa tahun lalu. Generasi yang tumbuh di era digital lebih akrab dengan video pendek, animasi, media visual, permainan edukatif, hingga informasi yang dapat diakses dalam hitungan detik melalui internet.

“Jika metode pembelajaran masih didominasi ceramah selama satu jam tanpa variasi, akan sulit mempertahankan fokus peserta didik. Guru saat ini tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kualitas materi yang disampaikan, melainkan juga oleh strategi penyampaiannya. Pendekatan pembelajaran yang interaktif diyakini mampu meningkatkan motivasi belajar sekaligus mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan aktif selama proses pembelajaran berlangsung.

Guru Perlu Bertransformasi Menghadapi Generasi Digital

Dalam sesi pelatihan, peserta diajak memahami berbagai strategi pembelajaran modern yang dapat diterapkan di ruang kelas. Materi meliputi pemanfaatan media digital sebagai alat bantu pembelajaran, penyusunan aktivitas belajar berbasis kolaborasi, hingga teknik membangun keterlibatan siswa melalui metode yang lebih komunikatif dan menyenangkan.

Syarifudin menjelaskan bahwa transformasi pendidikan tidak selalu identik dengan penggunaan perangkat teknologi yang mahal. Kreativitas guru dalam mengelola kelas dan menyajikan materi pembelajaran tetap menjadi faktor utama dalam menciptakan pengalaman belajar yang efektif.

“Bukan soal materinya, tetapi bagaimana cara menyajikannya. Ketika guru mampu menghadirkan pembelajaran yang menarik, siswa akan lebih antusias mengikuti pelajaran dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi,” ujarnya.

RTIK Papua Dorong Peningkatan Kompetensi Guru

Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen RTIK Papua dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan literasi digital bagi tenaga pendidik. Organisasi tersebut terus mendorong guru agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sebagai sarana menciptakan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Melalui kegiatan ini, RTIK berharap para guru di Kabupaten Keerom dapat mengembangkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi juga membangun lingkungan kelas yang lebih aktif, kolaboratif, dan menyenangkan.

Dengan meningkatnya kompetensi guru dalam menerapkan strategi pembelajaran kreatif dan inovatif, diharapkan sekolah mampu melahirkan generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta siap menghadapi tantangan di era digital. (Alin)

You might also like