WartaOSIS – Pada tanggal 27 Agustus 2026, suasana hangat dan penuh semangat mewarnai Aula SMK Hikmah Yapis Jayapura selama dua hari pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS). Sebanyak 41 peserta yang terdiri atas 7 siswa Bantara dan 34 calon pengurus OSIS mengikuti rangkaian pembekalan untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, integritas, serta rasa tanggung jawab.
Mengusung tema “Melalui LDKS Kita Wujudkan Pribadi yang Berintegritas, Memiliki Jiwa Kepemimpinan dan Berwawasan Global,” para siswa diajak untuk mengenali potensi diri melalui berbagai pembekalan.
Advertisement
Materi yang diberikan meliputi kepemimpinan, public speaking, keterampilan hidup sehat, manajemen program kerja, struktur OSIS, hingga pembekalan khusus mengenai cara mempublikasikan berbagai rangkaian kegiatan sekolah di jaringan media Wartaosis.id
Pembina OSIS sekaligus penanggung jawab kegiatan, Wa Hasana, S.Pd., menyampaikan bahwa proses belajar menjadi seorang pemimpin perlu dipupuk sejak dini di bangku sekolah.
“Melalui LDKS ini, kami ingin mendampingi anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang bijaksana, amanah, dan berintegritas.
Yang paling utama, mereka bisa belajar bertanggung jawab untuk memimpin diri mereka sendiri terlebih dahulu,” tutur Wa Hasana.
Pelatihan literasi jurnalistik tersebut dibawakan langsung oleh Aldo Mooy, selaku Sekretaris Bakorwil RelawanTIK di Tanah Papua sekaligus Wakil Pemimpin Redaksi (Wapimred) WartaOSIS.id. Dalam pelatihan ini, Aldo memperkenalkan portal berita WartaOSIS.id sekaligus memberikan penguatan dan pemahaman mengenai dasar-dasar jurnalistik kepada para pelajar.
Materi yang diberikan meliputi esensi sebuah pemberitaan, teknik penulisan berita, serta kode etik jurnalistik bagi pelajar. Pembekalan ini bertujuan meningkatkan kecakapan literasi media siswa agar mampu memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi secara baik, bertanggung jawab, dan sesuai dengan prinsip jurnalistik.
Aldo juga berharap pembekalan ini dapat mendorong para siswa untuk aktif mempublikasikan karya dan kegiatan positif mereka ke khalayak luas.
“Ketika pelajar memahami cara membuat dan menulis berita, mereka diharapkan dapat memilah informasi mana yang layak dibaca serta terhindar dari konten provokatif. Siswa tidak lagi sekadar menjadi penonton di media sosial, tetapi juga dapat turut serta menciptakan informasi positif dari sekolahnya,” jelas Aldo.
Kesan mendalam dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh salah satu peserta, Azizah Jauharah Burhan. Siswi kelas XI Akuntansi ini mengungkapkan bahwa LDKS memberinya banyak ruang untuk belajar hal-hal baru yang belum pernah ia temui sebelumnya.
Saat merenungkan nilai-nilai kepemimpinan, Azizah menyadari betapa pentingnya kejujuran dalam membimbing sesama.
“Bagi saya, seorang pemimpin memang perlu punya banyak kebaikan. Tapi yang paling utama adalah integritas. Karena untuk bisa merangkul dan memimpin banyak teman, kita harus memulainya dengan kejujuran,” ucap Azizah.
Bagi Azizah, sesi jurnalistik menjadi salah satu bagian yang paling berkesan karena menjawab keterbatasannya dalam menyampaikan informasi ke publik. Keterampilan ini ia jadikan bekal utama untuk berkontribusi bagi sekolahnya.
“Jujur, tadinya saya masih bingung bagaimana cara membuat berita atau menceritakan suatu kegiatan ke orang luar. Tapi lewat materi dari Warta OSIS ini, saya jadi paham cara menyampaikan cerita dengan baik dan menarik.
Ke depan, saya punya harapan bisa menjadi pemimpin yang dapat ikut mengembangkan sekolah. Kalau nanti diberi amanah jadi Ketua OSIS, saya ingin menerapkan ilmu ini untuk mempublikasikan hal-hal positif tentang sekolah kami,” ungkapnya penuh harapan.
Melihat antusiasme para siswa, pihak sekolah bersama Warta OSIS.id merancang pelatihan tingkat lanjutan agar kemampuan menulis dan literasi media siswa dapat terus dipraktikkan secara berkesinambungan.
Melalui perpaduan antara olah karakter dan literasi media ini, SMK Hikmah Yapis Jayapura berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya bijak dalam memimpin, tetapi juga aktif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam mengabarkan kebaikan sekolah kepada masyarakat luas. (Alin)