WartaOSIS.ID – SMK Hikmah Yapis Jayapura terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter dan meningkatkan kompetensi peserta didik baru melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung selama Lima hari ini diikuti oleh 43 siswa baru dengan mengusung berbagai materi pembinaan, mulai dari pengenalan lingkungan sekolah, pendidikan karakter, hingga literasi digital sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi.
MPLS menjadi langkah awal bagi peserta didik untuk mengenal budaya sekolah, tata tertib, serta membangun hubungan yang positif dengan guru, panitia, dan sesama siswa. Berbagai persiapan dilakukan oleh panitia bersama guru dan pengurus OSIS agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik baru.
Advertisement
Dalam kesempatan tersebut, Krisdiyah Hernawati, S.Pd, Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), menjelaskan bahwa tujuan utama pelaksanaan MPLS adalah membantu peserta didik baru mengenal lingkungan sekolah serta beradaptasi dengan budaya belajar di SMK Hikmah Yapis Jayapura.
“Peserta didik berasal dari sekolah yang berbeda-beda. Karena itu, melalui MPLS kami ingin memperkenalkan lingkungan sekolah, budaya belajar, guru, serta berbagai kegiatan yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan di SMK Hikmah Yapis,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan MPLS setiap tahun memiliki tantangan tersendiri karena peserta didik berasal dari latar belakang yang berbeda. Namun, seluruh panitia terus berupaya menciptakan suasana yang nyaman sehingga siswa dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan percaya diri.
Salah satu materi yang menjadi perhatian peserta adalah “Mengenal Internet yang Aman, Cerdas, dan Bertanggung Jawab bagi Pelajar” yang disampaikan oleh narasumber dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Kota Jayapura. Materi tersebut mengajak peserta didik memahami pentingnya literasi digital, menjaga privasi, melindungi data pribadi, serta membangun rekam jejak digital yang positif sejak usia sekolah.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa perkembangan teknologi membawa banyak peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Menurutnya, dunia kerja saat ini tidak hanya menilai seseorang dari ijazah dan nilai akademik, tetapi juga dari rekam jejak digital, karya yang dihasilkan, serta aktivitas positif yang dilakukan selama di bangku sekolah.
“Tantangan terbesar generasi muda saat ini adalah mudah terlena oleh derasnya arus informasi di media digital. Karena itu, pelajar harus mampu berpikir kritis, menjaga etika bermedia sosial, melindungi data pribadi, serta ikut menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan bertanggung jawab.”

Materi tersebut mendapat respons positif dari para peserta MPLS. Salah satunya Willyam Carey Marian, siswa baru asal SMP Negeri 6 Jayapura, yang memilih melanjutkan pendidikan di SMK Hikmah Yapis karena memiliki minat di bidang Akuntansi.
“Saya memang hobi menghitung. Saya memilih masuk SMK supaya mendapatkan pengalaman sebelum bekerja nanti. Selain itu, SMK Hikmah Yapis merupakan sekolah yang paling dekat dengan rumah saya yang memiliki jurusan Akuntansi,” ungkap Willy.
Willy mengaku sempat merasa gugup pada hari pertama MPLS karena belum mengenal lingkungan sekolah maupun teman-teman barunya. Namun, rasa gugup tersebut perlahan hilang setelah mengikuti berbagai kegiatan.
“Awalnya saya masih gugup karena banyak yang belum saya kenal. Lama-kelamaan saya merasa senang karena bisa mendapatkan teman-teman baru. Panitianya juga baik-baik sehingga saya lebih nyaman mengikuti kegiatan.”
Menurut Willy, materi literasi digital menjadi salah satu materi yang paling berkesan karena mengajarkan pentingnya menjaga keamanan akun email, melindungi informasi pribadi, serta tidak sembarangan membagikan data diri kepada orang lain.
Sebagai siswa baru, Willy berharap dapat menjadi pelajar yang baik, rajin, dan sukses hingga menyelesaikan pendidikannya di SMK Hikmah Yapis Jayapura.
Hal senada disampaikan Karmila, siswi baru asal SMP Negeri 1 Jayapura. Ia memilih SMK Hikmah Yapis karena ingin memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja. Selain itu, keberadaan Yayasan Islam menjadi salah satu alasan dirinya ingin menyeimbangkan pendidikan dunia dan akhirat.
“Saya ingin memiliki pengalaman sebelum bekerja nanti. Selain itu, sekolah ini berada di bawah Yayasan Islam sehingga saya ingin mengejar pendidikan dunia dan akhirat secara seimbang.”
Karmila mengaku pada awal mengikuti MPLS dirinya merasa gugup karena harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Namun, seiring berjalannya kegiatan, ia mulai merasa nyaman karena dapat mengenal kakak panitia serta menjalin komunikasi dengan teman-teman baru.
Menurutnya, materi literasi digital memberikan pelajaran penting mengenai cara menjaga privasi, melindungi data pribadi, dan menggunakan media sosial secara bijak.
Sebagai peserta didik baru, Karmila berharap dapat meraih berbagai prestasi, mengikuti perlombaan, serta mengharumkan nama sekolah, keluarga, dan Provinsi Papua melalui berbagai pencapaian akademik maupun non akademik.
Melalui pelaksanaan MPLS ini, SMK Hikmah Yapis Jayapura tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga membekali mereka dengan pendidikan karakter, kemampuan beradaptasi, serta kecakapan literasi digital sebagai bekal menghadapi tantangan di era teknologi.
Dengan pembekalan tersebut, diharapkan seluruh peserta didik mampu menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, bertanggung jawab, dan siap menghadapi masa depan. (Alin/Paulus)